Sudah lama, KGC berencana offroad bersama sebagai pembuka tahun 2010. Namun karena KGCers–yang jujur, baik hati dan tidak sombong– sangatlah susah mencari waktu, saking rajinnya bekerja. Akhirnya, dengan niat baik jadi juga kami ber-17 orang berangkat untuk mencumbui trek Telagawarna-Curugpanjang yang katanya menyenangkan itu.Begitulah, kami berangkat bersama dari Palmerah Jakarta Pusat. Sepeda diangkut dengan truk ekspedisi dan penumpangnya saling menumpuk di kendaraan yang ada. Prama, rekan KGC, berjanji bertemu di Sarimande, mulut tol Ciawi.
Sampai di lokasi sudah termasuk telat sebab kena macet sebelum pasar Cisarua. Setelah loading dan ngrakit sepeda, 17 KGCers berdoa dipimpin Abah Ush. Track aspal menanjak langsung menyambut kami. Fami — KGCers multitaskingman: mekanik, RC maupun sweeper– menjadi RCsampai SD Cikoneng. Read the rest of this entry »
JUMAT (22/5) pagi pekan lalu, kantor baru saja hendak beroperasi, datanglah seorang lady biker ke kantor saya. Ia dari rumah, di Petukangan, menuju kantornya di Matraman. Seminggu rata-rata 3 kali gowes to work, dan pagi itu sepedanya kena masalah. Tidak ingin terganggu masuk kerja, kebetulan ia pernah mendapat info dari seseorang… yg lalu entah bagaimana pangkal mulanya, hingga output di ujungnya bisa berbunyi menjadi:
“Mau ketemu sama orang bengkel sepedanya, Mbak… Pak Nugroho namanya.”
Urutan registry di benak si penerima tamu adalah:
1. Apakah betul ada bengkel sepeda di Palmerah Selatan
2. Bila pun ada, apakah betul tukang bengkel sepedanya bernama Nugroho
3. Bila pun si tukang bengkel sepeda bernama Nugroho, apakah ini “Nugroho” yg “Nugroho” boss-nya.
Hasilnya, in total:
Tidak ada bengkel sepeda di Palmerah Selatan, dan “Nugroho” terdekat yg dikenal selama ini paling tidak memang tidak pernah mengaku kalau (juga) berprofesi sebagai tukang/pemilik bengkel sepeda.
Tapi lha wong secara aturan kerja yg namanya tamu harus mendapat pelayanan selayak-layaknya, maka sang Lady Biker pun diminta menunggu sebentar sementara pertolongan darurat dicarikan agar ia tidak harus sampai bolos kerja. Tentu saja ia jadi tersipu tidak enak karena sudah serius menganggap “ada bengkel di Palmerah Selatan, yg pemiliknya bernama Pak Nugroho”.
Sayangnya, mungkin karena kesibukan kerja, kisah ini baru bisa disampaikan kepada Nugroho Himself di hari Senin kemudiannya.
Tidak ada foto dokumentasi — apalagi yg bernilai jurnalistik — dijepretkan Jumat pagi itu. Tapi kisah ini nyata. Bukan fiksi. :))
SEPEDA dikenal sebagai pesawat transportasi paling sederhana. Teknologinya tentu sudah sangat maju. Tetapi, canggih atau onthel, sepedaan itu ya sama saja digowes, diboseh atau dikayuh. Dari anak ingusan sampai aki-aki semua bisa melakukannya. Namun, ternyata ada juga ilmu bagaimana bersepeda dengan benar. Bagaimana agar bersepeda itu aman, dan tenaga yang dikeluarkan optimal, sebanding dengan kecepatan atau kekuatan nyepeda.
Walaupun dikenal sebagai alat transportasi sederhana, ada cara pula untuk memeliharanya. Enggak sayang barang, dan jahat banget jika sepeda hanya diperkosa setiap akhir pekan. Tetapi setelah itu teronggok di garasi atau di halaman rumah. Sepeda harus dianggap kekasih– kekasih gelap atau terang terserah. Dia harus diurus, disayang, diperhatikan sepenuh hati, hingga dielus-elus. Badan dan kelengkapannya harus dikenal, cara kerja dan cara memperlakukannya. Read the rest of this entry »