Ada-ada saja penampilan peserta Fun Bike Green Festival. Mereka tak cukup mengenakan kaos yang diberikan panitia, tetapi harus tampil beda, biar mendapat perhatian peserta.
Lihat saja penampilan H. Abdullah. Ia tak cukup dengan sepeda kayunya. Dadanannya ala pakaian Jawa sangat menyita perhatian. Tak cukup dengan itu, ia juga membawa terompet, borgol, dan botol dot untuk minum.
Orang Irian rupanya tak mau kalah. Ada juga peserta yang mengenakan koteka. Entahlah bagaimana cara ia bersepada. Yang jelas, pria itu dipergoki saat mengantre makanan di kantin. Semula ia tampak kebingungan memilih makanan yang bakal di santap. Ahhirnya terpilih makanan tradisional.Yang jelas makanan itu bukan dari Irian.
Siapa yang paling berbahagia saat Fun Bike Green Festival? Salah satunya adalah Nining. Maklum, sekretaris KGC yang juga punya jabatan rangkap-rangkap di komunitas sepeda Kompas Gramedia ini hari itu pas ulang tahun. Entah ulang tahun yang keberapa.
Sebenarnya, setelah peserta memasuki finish dan panitia sibuk membentuk barisan barikade di depan panggung, satu-dua orang anggota KGC sudah menyalami gadis berjilbab ini. Namun “pesta” baru dimulai setelah Nirwana menyodorkan cake lengkap dengan lilin sambil menyanyikan lagu ulang tahun.
Teriakan Nirwana seakan menjadi aba-aba. Beberapa anggota KGC dan B2W pun akhirnya menyanyi bersama untuk Nining. Usai menipun lilin, Nining langsung ramai-ramai diguyur air. Dengan berkelakar, Nining beteriak bahwa acara Fun Bike Gren Fest ini menumpang pesta ulang tahunnya. Kabarnya, sih masih ada rangkaian pesta yang bakal digelar. Selamat Ultah Ning. Panjang Umur dan Cepet dapat…. Titus :))
Jika Nining Bahagia, ada anggota KGC yang ketimpa musibah. Reza yang selama acara fun bike rajin memotret teman-temannya kehilangan handphone yang terselip di pinggannya. Yah…. rupanya ada tangan jahil yang berhasil mengambil handphone Reza. Mudah-mudahan segera dapat yang lebih bagus.
H. Abdulah ingin kembali ke masa lalu. Dengan pakaian Jawa \, lengkap dengan keris dan kuluk-nya, pria muraha senyum yang berpenampilan nyentrik ini mengayuh sepeda dari kayu. Ya, sebagaian besar komponen terbuat dari kayu. Kecuali tentu hub, rantai dan gear.
Penampilan H. Abdullah memang menarik perhatian peserta Fun Bike Green Festival. Apalagi setelah MC meminta pria itu atraksi di depan panggung dengan sepeda antiknya. Atraksi ini cukup menghibur, bukan hanya karena sepeda H. Abdulah, tetapi juga karena tingkahnya yang unik serta properti yang dibawa, mulai dari borgol, terompet sampai dot.
Beberapa fotografer dadakan pun langung mengabadikan pemandangan unik ini.
Bersamaan dengan acara Aksi Hijau Senayan 2007 kemaren, Kompas Gramedia Cyclist (disingkat KGCyclist) secara resmi dikukuhkan sebagai komunitas pengguna sepeda di lingkungan Kompas Gramedia. Mas Tommy (Suryopratomo), Pemred Harian Kompas yang juga Direktur Komunikasi Kompas Gramedia berpesan kepada Agung Hartanta (Ketua KGC) dan para anggota agar Kompas Gramedia Cyclist dapat menjadi ajang silahturahmi penggemar sepeda di lingkungan Kompas Gramedia.
Atas kesediaannya meresmikan komunitas ini, KGCyclist mengucapkan terima kasih kepada Humas KG dan mas Tommy.
Media coverage dari Kompas.com:
JAKARTA, KCM - Menjamurnya tren bersepeda ke tempat kerja di Kota Jakarta mengakibatkan lahirnya tuntutan agar Pemerintah Daerah menyediakan jalur khusus sepeda di jalan-jalan protokol Ibu Kota. Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto menilai usul tersebut sebagai suatu ide yang baik.
Ditemui saat menghadiri acara “Aksi Hijau Senayan 2007″ yang digelar Kompas Gramedia di kawasan Gelanggang Olahraga Senayan, Jakarta, Minggu (11/11), Prijanto berharap pembangunan jalur khusus sepeda tersebut dapat menjadi stimulasi bagi pengendara sepeda motor untuk beralih pada kendaraan roda dua tanpa mesin itu.
Media coverage dari Kompas.com:
JAKARTA, KCM - Diskon harga? Mmmm… tampaknya menarik. Tapi bagaimana dengan diskon rute? Itulah yang terjadi dalam acara Aksi Hijau Senayan (AHS) yang diadakan oleh Kompas Gramedia (KG), Minggu (11/11).
Sejumlah peserta sepeda santai AHS memilih memotong jalur melalui jalan putar di depan pintu jalan Gerbang Pemuda. Seharusnya peserta melewati flyover Jalan Gerbang Pemuda terlebih dahulu sebelum memasuki kawasan Gelora Bung Karno. Pemandangan serupa juga terjadi di jalur cepat Jalan Sudirman. Rute berputar di Ratu Plaza di-’diskon’ oleh sejumlah peserta. Meraka berputar dengan mengangkat sepeda melintasi jalur hijau dan kembali melaju menuju kawasan Gelora.
Media coverage dari Kompas.com:
JAKARTA, KCM - Jangan lupa mengecek rem, saat akan bepergian. Apalagi jika kendaraan sudah berumur. Hanya celaka yang akan Anda dapat. Hal ini dialami oleh sejumlah peserta funbike Aksi Hijau Senayan yang diadakan Kompas Gramedia, Minggu (11/11).
Fahmi Seimima dan teman-temannya yang tergabung dalam klub sepeda ontel Mpot-Mpotan, saat itu sedang menapaki jalan flyover Jalan Gerbang Pemuda. Begitu jalanan menurun, sebagian temannya jatuh bergelimpangan karena rem blong.
Media coverage dari Media-Indonesia.com:
Penulis: Sidik Pramono
JAKARTA–MEDIA: Sebanyak 1,8% lahan hijau di Indonesia hilang dan rusak tiap tahunnya, akibat tidak ada kesadaran masyarakat memanfaatkan lahan hijau, penebangan hutan secara sembarangan, dan juga pendirian bangunan di atas lahan hijau.
Kesadaran masyarakat diperlukan agar lahan hijau itu tidak terus berkurang dan dapat memanfaatkan secara maksimal lahan hijau yang telah ada, dengan menggalakkan penghijauan, baik di halaman rumah, maupun di sekitar perkantoran.
Media coverage dari Kompas.com:
JAKARTA, KCM - Kompas Gramedia (KG) Minggu (11/11) pagi menggelar kegiatan penghijauan bertajuk “Aksi Hijau Senayan Jakarta 2007″ yang dipusatkan di Kawasan Gelora Bung Karno dan sekitarnya.

Menteri Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar secara simbolis menanam pohon sebagai tanda diawalinya acara “Aksi Hijau Senayan 2007″, di komplek Gelora Senayan, Jakarta, Minggu (11/11)
Selain dimeriahkan oleh MC Atta (Amelia Natasha), para peserta AHS 2007 juga dihibur dengan solo gitar yang ciamik dari gitaris Jubing Kristianto. Berbekal satu gitaris akustik, Jubing menyajikan permainan solo gitar sambil berinteraksi dengan penonton. Tak urung, para penonton bernyanyi mengiringi petikan gitarnya.
Berikut kutipan profil Jubing Kristianto, yang diambil dari Wikipedia Indonesia:
Jubing Kristianto adalah seorang gitaris Indonesia yang banyak menjelajahi berbagai repertoar. Jubing menggunakan gitar klasik sebagai instrumennya. Ia adalah juara berbagai festival musik Yamaha dan sering mengadakan konser-konser. more…
video taken by nenez