KGC di Koran TempoDi terowongan persembunyian, pada dinding tinggi terdapat tulisan yang membuat bulu kuduk berdiri: “Ruang Pembantaian”.
Kami langsung bergidik. Sereeemm……
Ruang Pembantaian merupakan ujung terowongan, yang setelah kami susuri ternyata menuju pantai. Sebelum turun menuju pantai, ada meriam yang dulu digunakan Belanda untuk menghalau pejuang kemerdekaan. Pemandangan dari meriam ini memang langsung menghadap ke lautan terbuka….

Kalo mau baca seberapa merindingnya, silakan saja klik, baca selanjutnya artikel Om Gusur dan KGC (Kelompok Gowes Cilacap) di Bukan Koran Kompas… ha..ha

cihuniAHIRNYA, Sabtu (26/12) terkumpul juga enam KGCers di Jalur Pipa Gas alias JPG: saya Gusur, Cak Kris, Dimas, Krisna, Gun, Yusri, dan Gusur plus dua teman Cak Kris.

Jam 7 pagi lempeng dikit, kami meninggalkan Mpok Cafe menuju trek legendaris: Cihuni. Sudah beberapa kali, kami ke trek ini, dan tidak pernah bosan untuk mendatanginya. Apalagi trek ini mudah dijangkau dari mana pun. Biasanya goweser, berkumpul dulu di Mpok Cafe sebagai meeting point. Ada juga yang pemanasan dulu di trek JPG. Nah, dari sini selanjutnya kita bisa meneruskan perjalanan ke trek Cihuni menjelang siangan dikit.

Sabtu pagi kemarin, cuaca sangat mendukung sehingga gowesan RC - Krisna dan Dimas - amatlahkenceng. Alhasil saya pun enggak bisa motret-motret aksi mereka dengan leluasa. Saking kencengnya, kamera saya tidak sempat menangkap gerakan mereka. Wusss…..menembus jalan Serpong yang ada tugu BSD  menuju ke gethek. Lhaa… ???*(&^… Sayang, tidak sempat dikonfirmasi, apakahkencengnya gowesaan mereka itu karena kebelet ingin naik gethek, ibarat anak-anak di kampung kebelet naeuik odhong-odhong….:)

Read the rest of this entry »

Mar
30
Filed Under (Umum) by Cak Kris

seli & candiSeli alias sepeda lipat sedang memikat hati. Paling tidak bagi para anggota komunitas sepeda Gramedia Majalah (KGC Cabang Panjang) di Kebon Jeruk. Terbukti, rencana tur dari candi ke candi ke Jawa trengah dan Yogyakarta yang awalnya dengan sepeda apa saja, berubah jadi ekspedisi khusus seli.Yes!
Sudah terbayang iring-iringan rombongan “sepeda sirkus” ini pasti akan menjadi pusat perhatian warga Yogya. Belum lagi membawa seli akan lebih mudah dibanding harus menenteng sepeda MTB. Toh trek ekspedisi ini kali lebih banyak “ngaspal”.

Ups… jangan senang dulu. Perubahan ini justru bikin panitia kecil harus memutar otak. Bagaimana tidak, ternyata ada beberapa peserta yang sudah mendaftar belum punya sepeda lipat. Pinjam ke teman yang tak ikut? Itu memang jadi jalan ke luar. Hanya saja, selama ini sepeda lipet masih menjadi “barang pribadi” [yang kotor sedikit saja langsung dilap], jadi rasanya sulit pemilik akan melepas tunggangan pribadinya. Beruntung tiga peserta segera melakukan aksi “borong seli”. [salute untuk Imam Tadjudin aka Abi, Agus Surono aka Gussur, dan Muhammad Yana yang di detik-detik terakhir langsung melakukan aksi “borong Urbano.”] Tiga peserta yang belum punya seli tertutup dengan dua seli jadul milik Didi dan Cak Kris serta seli pinjaman dari teman Wisnu. Read the rest of this entry »

Mar
21
Filed Under (Umum) by Fa

Setelah parkiran sepeda di KG Palsel, Palbar, Jl Panjang, & BBJ sukses dibuat, tampaknya animo pesepeda di KG semakin tinggi. Saat ini bila sampai di Palsel jam 7 pagi, siap-siap aja geser-geser sepeda dulu untuk dapetin tempat parkir. Dan… hmm… ini dia….. sekarang KREDIT SEPEDA sudah bisa dilakukan di kalangan KG!!! Tambah banyakkah sepeda-sepeda yang akan memenuhi parkiran KG? Itu yang sangat diharapkan oleh kita semua.

Kredit Sepeda KG

Apr
20
Filed Under (Event, Umum) by Cak Kris

Ada-ada saja penampilan peserta Fun Bike Green Festival. Mereka tak cukup mengenakan kaos yang diberikan panitia, tetapi harus tampil beda, biar mendapat perhatian peserta.

Lihat saja penampilan H. Abdullah. Ia tak cukup dengan sepeda kayunya. Dadanannya ala pakaian Jawa sangat menyita perhatian. Tak cukup dengan itu, ia juga membawa terompet, borgol, dan botol dot untuk minum.

 

unik-1.jpg

 

Orang Irian rupanya tak mau kalah. Ada juga peserta yang mengenakan koteka. Entahlah bagaimana cara ia bersepada. Yang jelas, pria itu dipergoki saat mengantre makanan di kantin. Semula ia tampak kebingungan memilih makanan yang bakal di santap. Ahhirnya terpilih makanan tradisional.Yang jelas makanan itu bukan dari Irian.

 

unik-2.jpg

Apr
20
Filed Under (Gowes, Umum) by Cak Kris

nining.jpgSiapa yang paling berbahagia saat Fun Bike Green Festival? Salah satunya adalah Nining. Maklum, sekretaris KGC yang juga punya jabatan rangkap-rangkap di komunitas sepeda Kompas Gramedia ini hari itu pas ulang tahun. Entah ulang tahun yang keberapa.
Sebenarnya, setelah peserta memasuki finish dan panitia sibuk membentuk barisan barikade di depan panggung, satu-dua orang anggota KGC sudah menyalami gadis berjilbab ini. Namun “pesta” baru dimulai setelah Nirwana menyodorkan cake lengkap dengan lilin sambil menyanyikan lagu ulang tahun.
Teriakan Nirwana seakan menjadi aba-aba. Beberapa anggota KGC dan B2W pun akhirnya menyanyi bersama untuk Nining. Usai menipun lilin, Nining langsung ramai-ramai diguyur air. Dengan berkelakar, Nining beteriak bahwa acara Fun Bike Gren Fest ini menumpang pesta ulang tahunnya. Kabarnya, sih masih ada rangkaian pesta yang bakal digelar. Selamat Ultah Ning. Panjang Umur dan Cepet dapat…. Titus :))
Jika Nining Bahagia, ada anggota KGC yang ketimpa musibah. Reza yang selama acara fun bike rajin memotret teman-temannya kehilangan handphone yang terselip di pinggannya. Yah…. rupanya ada tangan jahil yang berhasil mengambil handphone Reza. Mudah-mudahan segera dapat yang lebih bagus.

Apr
20
Filed Under (Event, Umum) by Cak Kris

sepeda-kayu.jpgH. Abdulah ingin kembali ke masa lalu. Dengan pakaian Jawa \, lengkap dengan keris dan kuluk-nya, pria muraha senyum yang berpenampilan nyentrik ini mengayuh sepeda dari kayu. Ya, sebagaian besar komponen terbuat dari kayu. Kecuali tentu hub, rantai dan gear.
Penampilan H. Abdullah memang menarik perhatian peserta Fun Bike Green Festival. Apalagi setelah MC meminta pria itu atraksi di depan panggung dengan sepeda antiknya. Atraksi ini cukup menghibur, bukan hanya karena sepeda H. Abdulah, tetapi juga karena tingkahnya yang unik serta properti yang dibawa, mulai dari borgol, terompet sampai dot.
Beberapa fotografer dadakan pun langung mengabadikan pemandangan unik ini.

Nov
12

Bersamaan dengan acara Aksi Hijau Senayan 2007 kemaren, Kompas Gramedia Cyclist (disingkat KGCyclist) secara resmi dikukuhkan sebagai komunitas pengguna sepeda di lingkungan Kompas Gramedia. Mas Tommy (Suryopratomo), Pemred Harian Kompas yang juga Direktur Komunikasi Kompas Gramedia berpesan kepada Agung Hartanta (Ketua KGC) dan para anggota agar Kompas Gramedia Cyclist dapat menjadi ajang silahturahmi penggemar sepeda di lingkungan Kompas Gramedia.

kgc_resmi_02.jpg

Atas kesediaannya meresmikan komunitas ini, KGCyclist mengucapkan terima kasih kepada Humas KG dan mas Tommy.

Peresmian Kompas Gramedia Cyclist

Foto peresmian Kompas Gramedia Cyclist (KGC) di Aksi Hijau Senayan, 11 November 2007.

3 Photos

Media coverage dari Kompas.com:

Prijanto: “Mobil Kok Dibandingin Sepeda”

JAKARTA, KCM - Menjamurnya tren bersepeda ke tempat kerja di Kota Jakarta mengakibatkan lahirnya tuntutan agar Pemerintah Daerah menyediakan jalur khusus sepeda di jalan-jalan protokol Ibu Kota. Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto menilai usul tersebut sebagai suatu ide yang baik.

Ditemui saat menghadiri acara “Aksi Hijau Senayan 2007″ yang digelar Kompas Gramedia di kawasan Gelanggang Olahraga Senayan, Jakarta, Minggu (11/11), Prijanto berharap pembangunan jalur khusus sepeda tersebut dapat menjadi stimulasi bagi pengendara sepeda motor untuk beralih pada kendaraan roda dua tanpa mesin itu.

Read the rest of this entry »

Media coverage dari Kompas.com:

Diskon Rute, Diburu Peserta Aksi Hijau Senayan

JAKARTA, KCM - Diskon harga? Mmmm… tampaknya menarik. Tapi bagaimana dengan diskon rute? Itulah yang terjadi dalam acara Aksi Hijau Senayan (AHS) yang diadakan oleh Kompas Gramedia (KG), Minggu (11/11).

Sejumlah peserta sepeda santai AHS memilih memotong jalur melalui jalan putar di depan pintu jalan Gerbang Pemuda. Seharusnya peserta melewati flyover Jalan Gerbang Pemuda terlebih dahulu sebelum memasuki kawasan Gelora Bung Karno. Pemandangan serupa juga terjadi di jalur cepat Jalan Sudirman. Rute berputar di Ratu Plaza di-’diskon’ oleh sejumlah peserta. Meraka berputar dengan mengangkat sepeda melintasi jalur hijau dan kembali melaju menuju kawasan Gelora.

Read the rest of this entry »