SEPEDA dikenal sebagai pesawat transportasi paling sederhana. Teknologinya tentu sudah sangat maju. Tetapi, canggih atau onthel, sepedaan itu ya sama saja digowes, diboseh atau dikayuh. Dari anak ingusan sampai aki-aki semua bisa melakukannya. Namun, ternyata ada juga ilmu bagaimana bersepeda dengan benar. Bagaimana agar bersepeda itu aman, dan tenaga yang dikeluarkan optimal, sebanding dengan kecepatan atau kekuatan nyepeda.
Walaupun dikenal sebagai alat transportasi sederhana, ada cara pula untuk memeliharanya. Enggak sayang barang, dan jahat banget jika sepeda hanya diperkosa setiap akhir pekan. Tetapi setelah itu teronggok di garasi atau di halaman rumah. Sepeda harus dianggap kekasih– kekasih gelap atau terang terserah. Dia harus diurus, disayang, diperhatikan sepenuh hati, hingga dielus-elus. Badan dan kelengkapannya harus dikenal, cara kerja dan cara memperlakukannya. Read the rest of this entry »
KAMIS (30/4) magrib, saya ditelepon teman dari depan BBJ. “Kang aku udah di depan BBJ, parkir di mana ya?” katanya. “Masuk aja ke BBJ, pintu kanan depan Gedung Humas. Tuh di situ disediakan parkir sepeda,” kata saya.
Malam itu memang akan ada pertunjukan band GiGi di depan BBJ. Jadi teman-teman dari Rosela itu menyempatkan datang bersepeda.
Rada bangga juga rasanya bisa menunjukan tempat parkir sepeda. Di depan Gedung Humas itu memang biasa saya dan beberapa teman parkir sepeda. Ada beberapa rak parkiran — 3 jajar kalo enggak salah. Sisa rak malah masih ditumpuk di bawah pohon untuk menampung parkir sepeda jika dibutuhkan lebih banyak.(Kalau pas lagi rame sepedaan lumayan juga penuh sepeda parkir si situ. Belum lagi ada yang udah ngecup dengan kunci sepeda dipasang di rak parkir) Read the rest of this entry »