Eatape V, Solo-Yogyakarta

Etape fun bike. Ikut fun bike beneran dulu sekitar 15 km muter2 di kota solo. Brangkat jam 9.48. tiba di Jogja 1.30 siang setelah menempuh 65 km.

* Gussur

Setelah melalui 5 hari yang melelahkan, tim Jelajah Sepeda Surabaya-Jakarta akan beristirahat 1 hari di Yogyakarta. Selama berada di Yogyakarta, rangkaian kegiatan bersepeda tetap dilakukan seperti Night Ride bersama komunitas onthel di Yogyakarta pada minggu malam. Senin pagi akan diadakan pula kegiatan fun bike mengelilingi kota gudeg serta konser tiga gitaris Indonesia yang tergabung dalam kelompok Trisum (Dewa Budjana, Tohpati dan Balawan)

Pada etape ini, 10 selir (sepeda lipat ringkas) KGCyclist turut serta menemani sepanjang perjalanan dari Solo menuju Yogyakarta.

Etape IV, Pacitan-Solo

Etape 4 dari Pacitan ke Solo menjadi penghiburan tersendiri. meski baru 3,5 km dari Pacitan sudah disuguhi tanjakan namun berkat gemblengan tanjakan Trenggalek - Pacitan maka tanjakan landai sejauh sekitar 20 km tak begitu terasa. Jalanan relatif mulus dan sepi. Terlebih begitu masuk Wonogiri. Jalanan naik turun bersambung-sambung sampai tak terasa sudah 4 jam lebih nonstop gowes.

Akhirnya berhenti sebentar padahal RM Pak Glindhing di waduk Gajah Mungkur tinggal 3 km. Alhasil, makan siang pun agak molor. Jam 1 siang lebih. Selepas makan siang tim jadi “beringas”. kecepatan gowes bergoyang2 di angka 30 kpj.

Memasuki Solo dikawal onthel dan tiba di hotel Dana disambut dengan kalungan bandul wayang dan disuguhi srabi serta minuman kunyit yang seger. Total lebih dari 7 jam utk menempuh jarak 140 km.

*Gussur

Pada etape IV ini, beberapa selir (sepeda lipat ringkas) KGCyclist (Cak Kris, AH, Yana, Fredy, Chris Indra, Adrian & Alfa) menemani tim inti JSSJ dari waduk Gajah Mungkur ke Solo dan akan terus menemani sepanjang etape V Solo-Yogya (ditambah Martin & Abah Ush).

Etape III, Trenggalek-Pacitan

Tak hanya satu “neraka” yang tersaji di etape III ini. namun tiga! Medan yang ekstrem! Harus banyak dorong karena sekitar km 12 sudah harus melewati tanjakan dari ketinggian 130an ke 820an. Itu baru bukit yang pertama, di karangan trenggalek, lalu turun ke 60an mdpl.

Yang kedua di lorok pacitan dengan puncaknya di dekat PLTU Tambak Lorok. dari 63an m ke 250an m.
Yang ketiga sebelum masuk ke kota pacitan di daerah kebon agung. sudah tidak konsen lagi… liat ketinggian.
dilepas jam 7 pagi sampai pacitan menjelang maghrib. total jarak sekitar 125 km.

*Gussur

Etape II, Malang - Trenggalek

Jarak tempuh: kurleb 155
Waktu tempuh: kurleb 6 jam 05 menit (7.30 - 15.35)

“Balapan tenanan opo ora iki?” (Ini balapan beneran apa tidak?). Begitu komentar seorang bapak di pinggir jalan sesaat setelah Tim Jelajah Sepeda Sby-Jkt (JSSJ) meninggalkan tapal batas Kota Malang. Yah, tim saat itu memang sedang semangat2nya aku lihat. Kecepatan main di 25 - 29 kpj. Entah jalan menurun, atau entah karna sebelum dilepas rombongan disuguhi sexy dancer di pagi yang dingin setelah sehari sebelumnya dipertontonkan reog ponorogo di Surabaya.

Barisan beriringan rapi dan hanya tercerai berai saat tanjakan. Namun berbeda dengan tanjakan ke Malang yang panjang meski landai, tanjakan Malang - Blitar relatif pendek namun terjal. Alhasil peserta spesialisi jalan turun tidak bisa mengimbangi aksi spesialis segala medan. Dan sepertinya sudah ada tugas masing2, para pusher (istilah untuk penggowes tukang dorong) pun langsung mendekati pasangannya dan mendorongnya sampai akhir tanjakan. Oleh sebab itu, rombongan pun berhenti di Bendungan Karangkates setelah menggowes sekitar 2 jam.

Dari Karangkates rombongan dibawa ke Waduk Lahor yang tak jauh dari Bendungan Karangkates. Entah apa maksudnya diambil jalan memutar ini. Yang jelas, turunan melandai yang berakhir di jembatan waduk langsung disambut tanjakan sampai bertemu dengan jalan raya utama yang menghubungkan Malang-Blitar. Kembali pusher dan pasangannya bercengkerama mencumbui tanjakan nan aduhai.

Perjalanan ke Blitar adalah perjalanan menuju ke oase. Jalanan yang sebenarnya turunan itu diselingi dengan tanjakan2 menantang. Terlebih lagi begitu sampai di Blitar tak segera ke rumah makan. Saya yang melihat di peta GPS bertanya2 kok rombongan dibawa berkeliling kota dan pada satu titik bertemu dengan jalur sewaktu masuk ke kota Blitar. Ternyata baru ketahuan bahwa patwal tidak tahu lokasi rumah makan. Ada yang berseloroh bahwa diputer2 karna waktu makan belum datang. Maklumlah, masuk Blitar waktu masih di bilangan sebelasan.Akibatnya, banyak peserta yang kalap dan membabi buta pesan makanan. Nafsu besar tenaga kurang … pesanan yang datang pun tak tertampung si pemesan. Yang gak pesan akhirnya main sikat. Di rumah makan lesehan President tak jauh dari makam Bung Karno sempat hujan dan membuat peserta berketetapan meski hujan perjalanan tetap lanjut.

Rute Blitar - Trenggalek ternyata tak separah yang diceritakan orang. Bahkan relatif datar dengan aspal mulus. Makanya kecepatan bisa dipanteng di angka 25 kpj. Sayangnya, cuaca sedikit tak bersahabat. Kemudian aturan dua-dua juga tak selalu terikuti sebab adanya rombongan penggembira yang bergerombol.

Akan tetapi meski relatif datar, namun karena beberapa sudah kecapekan aksi dorong-mendorong masih dilakukan juga.

Saat jarak sudah menembus angka 120-an beberapa peserta sudah bertanya-tanya masih seberapa jauh Trenggalek. Terlebih di depan barisan perbukitan nan indah sudah mempertontonkan keterjalannya. Beruntunglah bahwa ternyata Trenggalek tak harus dituju dengan mendaki sebab di antara bukit itu ada jalan mendatar untuk sampai Trenggalek. Hanya saja, kata penggembira yang berada di samping saya, bukit itu tetap harus ditaklukkan jika mau ke Pacitan.

Benarkah? Besok baru terjawab.

*Gussur, http://www.facebook.com/home.php#!/notes/gus-sur/jelajah-sepeda-sby-jkt-etape-ii-1/399479106862

Poster Jelajah sepeda Surabaya-Jakarta

‘Merajut Nusantara’ merupakan tema ulang tahun harian Kompas yang ke-45. Salah satu rangkaian kegiatan yang diadakan adalah jelajah sepeda dari Surabaya menuju Jakarta sejauh 1.100 km yang dibagi menjadi 11 etape. Jelajah Sepeda Surabaya-Jakarta beranggotakan 10 pembalap veteran Polygon, 10 perwakilan komunitas sepeda dari berbagai daerah dan 10 karyawan Kompas Gramedia yang tergabung dalam KGCyclist.

Melengkapi dokumentasi Jelang Jelajah Surabaya Jakarta, etape demi etape akan disajikan laporan dari KGCyclist yang tergabung dalam tim JSSJ.

Jelajah Sepeda Surabaya-Jakarta, Etape I

Jelajah Sepeda Surabaya-Jakarta (JSSJ) telah menyelesaikan etape pertamanya: Surabaya - Malang sejauh sekitar 90 km. Dimulai dari Gramedia Expo Surabaya - dengan upacara pelepasan oleh Saifullah Yusuf - dan berakhir di Hotel Sahid Montana Malang.

Separo perjalanan rombongan mengular dengan rapi karena selain dikawal oleh dua mobil patwal (Mazda 6 coy …) plus satu moge, juga karena jalanan relatif masih datar. Barulah pada pertengahan kedua karakter masing2 individu mulai keluar. Ada yang ingin menunjukkan kemampuannya, ada yang tertib di barisan, dan ada juga yang bermasalah dengan kakinya. Entah ketarik atau kram. Apalagi kalau bukan karna tanjakan yang pelan tapi pasti mulai menyambut rombongan. Malang memang terletak di ketinggian sekitar 500an mdpl. Sementara Surabaya ada di daerah pantai.

Istirahat di Warung Mbak Sri dengan menu nasi rawon rombongan melanjutkan perjalanan. Tanjakan landai menyambut sampai kemudian melewati jembatan layang memasuki Malang.

Di Malang terjadi sedikit keributan gara2 patwal salah memandu rombongan ke penginapan. Sama2 milik Sahid Hotel, namun yang dituju malah Griyadi Montana di daerah yang mengarah ke Batu. Padahal yang dimaksud adalah Montana dekat Tugu.

Ya sudah, terpaksa menggowes kembali dan tiba di Montana sekitar pukul 3 sore.

*Gussur, http://www.facebook.com/home.php#!/notes/gus-sur/jelajah-sepeda-sby-jkt-etape-i/399220466862

Mar
21
Filed Under (Umum) by Fa

Setelah parkiran sepeda di KG Palsel, Palbar, Jl Panjang, & BBJ sukses dibuat, tampaknya animo pesepeda di KG semakin tinggi. Saat ini bila sampai di Palsel jam 7 pagi, siap-siap aja geser-geser sepeda dulu untuk dapetin tempat parkir. Dan… hmm… ini dia….. sekarang KREDIT SEPEDA sudah bisa dilakukan di kalangan KG!!! Tambah banyakkah sepeda-sepeda yang akan memenuhi parkiran KG? Itu yang sangat diharapkan oleh kita semua.

Kredit Sepeda KG

May
07
Filed Under (Gowes) by Fa

Sabtu, 4 May 2008, 2 cyclist dari Kompas Gramedia mencoba menelusuri keindahan Gn Pancar. Perjalanan kali ini diawali trek onroad bukit sentul ke arah babakan madang. Mendekati gerbang Gn Pancar, tanjakan lumayan ngeselin menyapa kami. Walaupun jaraknya tidak terlalu jauh, tetapi lumayan membuat peluh keringat bercucuran. Menyiasati (baca: menghindari bayar tiket masuk) gerbang Gn Pancar, 20 meter dari pintu gerbang kami belok ke kanan memasuki hutan pinus yang telah menyapa dari kejauhan.

Didit Beraksi Di Hutan PinusJalur offroad diantara rimbunan pohon pinus mengawali jejak ban sepeda kami di Gn Pancar. Turunan pendek yang diikuti TTB karena harus menyeberangi sungai kecil membuat perjuangan menaklukkan tanjakan onroad terbayar sudah. Selepas sungai kecil, trek offroad sedikit menanjak yang agak basah disertai akar-akar pohon pinus yang melintang menanti dengan sabar. Rindangnya hutan pinus disertai kicauan suara burung membuat tantangan yang dihadapi seakan tak berarti.

Sejenak kami beristirahat di starting point trek SEBEX sambil menyantap spaghetti ala Gn Pancar. Gn Hambalang terbentang di kejauhan, menggelitik pikiran kami untung mencoba melakukan perjalanan Gn Hambalang - Gn Pancar. Hmm….. mungkin suatu saat nanti.

Dan…. Saat-saat menyenangkan mulai merasuki tubuh kami. Saatnya menikmati trek Gn Pancar yang sesungguhnya. Trek downhill SEBEX tak lupa kami lalui walaupun tidak dengan kecepatan penuh, takut ada yang jatuh lagi J. Single trek tanah menanti selepas trek SEBEX. Benar-benar bonus besar yang kami nanti-nantikan. Turunan tanah cukup panjang kami lalui dengan kecepatan penuh. Di tengah perjalanan kami berhenti sejenak untuk menyapa teman-teman yang sedang berjuang menaklukkan Gn Pancar. Tak henti-hentinya mereka memandang iri karena bonus yang sedang kami ambil. Kembali kami memacu sepeda secepatnya menuju turunan tanah, benar-benar tanah tanpa rumput atau bebatuan, yang niscaya akan sulit dilalui bila dalam keadaan basah. Hutan pinus, udara bersih dan turunan tanah benar-benar menghilangkan semua kepenatan berkarya. Life is too short, use it well.

Photo: http://www.kgcyclist.com/photo-gallery/?album=8&gallery=15

Apr
17

Gelaran ketiga yang dipercayakan kepada Kompas Gramedia Cyclist akan diselenggarakan pada hari Minggu, 20 April 2008. Tidak seperti 2 gelaran sebelumnya yang dilepas dari halaman Kompas Gramedia Palmerah Selatan, kali ini Green Festival Fun Bike akan mengambil start dan finish di Parkir Timur Gelora Bung Karno.

Dengan menempuh jarak sekitar 20 km, peserta akan diajak berputar kompleks Gelora Bung Karno sebelum memasuki jalan Jend. Sudirman, yang merupakan salah satu kawasan favorit pesepeda di Minggu pagi. Tertarik bergabung dengan Green Festival Fun Bike? Hmm…kali ini Anda ketinggalan, karena tiket sudah habis!

Rute Green Fest

Start (Parkir Timur) - Pintu 5 - Jend. Gatot Subroto - Gerbang Pemuda - Asia Afrika - Jend. Sudirman - Berputar di bundaran HI - Jend. Sudirman - Berputar di patung Api Nan Tak Kunjung Padam - Jend. Sudirman - Pintu 5 - Finish (Parkir Timur)