Mar
18
Filed Under (Umum) by Cak Kris

bike-line.jpgPara pelaku B2W tentu punya mimpi, Jakarta bunya bike line. Tapi kapan mimpi itu jadi kenyataan? Hmmmm…susah menjawabnya. Beberapa kali membaca berita soal bike line, saya makin pesimis pemerintah Jakarta akan memenuhi janjinya membuat bike line yang sejak dulu dituntut para karyawan bersepeda.

Ada saja dalih dari penguasa yang mengklaim dirinya ahli menata Jakarta. Mulai menunggu pesepeda sampai satu juta hingga alasan-alasan lain yang sebenarnya bertujuan untuk mengulur-ulur waktu hingga janji itu terlupakan. Kalau disediakan jalurnya dulu, pasti akan makin banyak pemakai transportasi ramah lingkungan ini. Wong tak ada jalurnya saja, makin lama makin banyak kok, yang ke kantor naik sepeda.

Mungkin bagi pemerintah kota, sepeda tak ada nilai ekonomisnya. Lantaran kereta angin ini tidak dikenai pajak yang bisa menambah kocek pendapatan negara. Kenapa mereka tidak berpikir terbalik ya? Berapa nilai yang dihemat jika ada satu karyawan bersepeda ke kantor, baik penghematan BBM, pengurangan polusi, dan biaya kesehatan? Tapi yang lebih penting, kalau kondisi Jakarta dibiarkan seperti sekarang ini, bisa dibayangkan, bagaimana lalu lintas Jakarta 5 tahun mendatang? Anda pasti bisa menebaknya.

Ya, peradaban kota Jakarta pelan-pelan telah dihancurkan. Mobil dan sepeda motor tak dibatasi. Pohon ditebang, Ruang Tata Hijau disulap jadi mall dengan dalih kebutuan mal di Jakarta masih kurang, makam dijadikan hotel, situ diurug, taman kota kian sempit. Jalur sepeda? silakan cari di hutan saja……

Comments

titto on 19 July, 2010 at 7:12 pm #

saya mndukung Anda spenuhnya,


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: