May
07
Filed Under (Gowes) by Fa

Sabtu, 4 May 2008, 2 cyclist dari Kompas Gramedia mencoba menelusuri keindahan Gn Pancar. Perjalanan kali ini diawali trek onroad bukit sentul ke arah babakan madang. Mendekati gerbang Gn Pancar, tanjakan lumayan ngeselin menyapa kami. Walaupun jaraknya tidak terlalu jauh, tetapi lumayan membuat peluh keringat bercucuran. Menyiasati (baca: menghindari bayar tiket masuk) gerbang Gn Pancar, 20 meter dari pintu gerbang kami belok ke kanan memasuki hutan pinus yang telah menyapa dari kejauhan.

Didit Beraksi Di Hutan PinusJalur offroad diantara rimbunan pohon pinus mengawali jejak ban sepeda kami di Gn Pancar. Turunan pendek yang diikuti TTB karena harus menyeberangi sungai kecil membuat perjuangan menaklukkan tanjakan onroad terbayar sudah. Selepas sungai kecil, trek offroad sedikit menanjak yang agak basah disertai akar-akar pohon pinus yang melintang menanti dengan sabar. Rindangnya hutan pinus disertai kicauan suara burung membuat tantangan yang dihadapi seakan tak berarti.

Sejenak kami beristirahat di starting point trek SEBEX sambil menyantap spaghetti ala Gn Pancar. Gn Hambalang terbentang di kejauhan, menggelitik pikiran kami untung mencoba melakukan perjalanan Gn Hambalang - Gn Pancar. Hmm….. mungkin suatu saat nanti.

Dan…. Saat-saat menyenangkan mulai merasuki tubuh kami. Saatnya menikmati trek Gn Pancar yang sesungguhnya. Trek downhill SEBEX tak lupa kami lalui walaupun tidak dengan kecepatan penuh, takut ada yang jatuh lagi J. Single trek tanah menanti selepas trek SEBEX. Benar-benar bonus besar yang kami nanti-nantikan. Turunan tanah cukup panjang kami lalui dengan kecepatan penuh. Di tengah perjalanan kami berhenti sejenak untuk menyapa teman-teman yang sedang berjuang menaklukkan Gn Pancar. Tak henti-hentinya mereka memandang iri karena bonus yang sedang kami ambil. Kembali kami memacu sepeda secepatnya menuju turunan tanah, benar-benar tanah tanpa rumput atau bebatuan, yang niscaya akan sulit dilalui bila dalam keadaan basah. Hutan pinus, udara bersih dan turunan tanah benar-benar menghilangkan semua kepenatan berkarya. Life is too short, use it well.

Photo: http://www.kgcyclist.com/photo-gallery/?album=8&gallery=15

Comments

nining on 8 May, 2008 at 9:28 am #

hik… pingin nyobaaaaa


diditho on 9 May, 2008 at 7:39 pm #

weleh… udah di posting toh…


nenez on 13 May, 2008 at 12:36 pm #

hehe gw penasaran tuh kalo beneran nemu spaghetti di situ… Juni yuk nyoba lagi kesana.. mariii!! udah lama nih gak offroad


Fa on 14 May, 2008 at 5:56 pm #

Beneran nez, disana ada spaghetti. Gak kayak di bodogol :-)


CAk Kris on 16 May, 2008 at 12:37 pm #

Menyiasati (baca: menghindari bayar tiket masuk) gerbang Gn Pancar, 20 meter dari pintu gerbang kami belok ke kanan memasuki hutan pinus yang telah menyapa dari kejauhan.

Itu pasti ide Didit… tak mungkin kalau dari Fa. Ngaku aja Dit?


diditho on 16 May, 2008 at 5:24 pm #

itu murni idenya fa…suewer tekewerkewer…


@gung on 17 June, 2008 at 4:28 pm #

Salam kenal. Wah seru juga ceritanya. Sebetulnya banyak jalur menuju ke puncak gn Pancar, dan banyak juga tempat yg pemandangannya indah. Klo mo jelas rute2 gn pancar silahkan lihat2 di multiply saya.


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: