Nyali atau bahasa Inggrisnya: “Guts”. Tiap orang pasti memilikinya. Nyali terhadap sesuatu hal (ataupun berbagai hal). Si Nyali ini bisa menjadi kebanggaan dari orang yang memiliki tersebut.
Menurut saya memang nyali seperti itu, hanya saja ada faktor lain yang perlu disebut. Nyali itu kadang seperti halnya mood seseorang, kadang muncul, kadang tidak muncul. Tergantung keadaan dari individu pada waktu tersebut, dan juga keadaan sekitarnya.
Terkadang, dalam mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup, selain perlu pertimbangan yang matang berdasarkan pengalaman diperlukan juga sebuah nyali. Tapi kita di blog ini tidak akan bicara hal yang berat-berat deh, haha! Ya misalnya saja, proses seorang cowok berkenalan dengan cewek, tergantung dari tipe cowoknya, proses seperti ini juga butuh nyali (Tipe cowok playboy vs pemalu).
Seperti juga kejadian pagi tadi. Saya diajak teman-teman kantor untuk main sepeda di daerah JPG, Serpong. Biasanya saya memiliki nyali yang tinggi dalam menghadapi turunan-turunan bukit yang ada di jalur-jalur offroad ini. Namun, entah kenapa tadi pagi, nyali saya sedang tidak ada, mungkin karena saya juga sudah lama tidak offroad lagi ya (kira-kira dua bulanan lebih).
This morning I found this nifty do-it-yourself article on how to pack your bicycle. It’ll come in handy if you want to send your bike elsewhere. This is the link. The site, Bikemecca.com, provides lots of others information for you, bicycle lovers.

See these three samples of air filter that I use for cycling to work everyday. The lower two shown a baaadd pollution mark while the top one is freshly open from the plastic bag. I’ve tell you that pollution in Jakarta is worse than I thought, and this is one of the example. This is also the reason why I wear that funny looking pollution mask everyday. A friend of mine also suggest me to take a same amount of vitamin E and C everyday to help balance my body. Scary, imagine that toxic stays in your lunges!